Kamis, 06 Mei 2010

Warna-Warni kelabu

                                           

Moth adalah makhluk jelek. Setidaknya itulah yang kukira sampai seseorang yang bisa kupercaya mengatakan sebaliknya. Ketika aku berumur sembilan atau sepuluh tahun, aku dan adik perempuanku, Dinda, menginap di rumah bibi Linda, kerabat favorit kami. Caranya berbicara kepada kami seperti kepada orang dewasa, dan ia punya banyak cerita bagus.

Dinda baru berusia empat tahun dan masih takut pada kegelapan, sehingga Bibi Linda membiarkan pintu terbuka dan lampu koridor menyala ketika ia mengantar kami tidur. Dinda tidak bisa tidur, jadi, ia ingin berbaring di ranjang menatap langit-langit. Tepat ketika aku mulai terlelap tidur, ia membangunkanku dan bertanya,

" Kak Riska, yang jelek dekat lampu itu apa? " tanya Dinda
" Itu cuma moth. tidur saja," kataku kepadanya.


Ia tidak puas dengan jawaban itu, dan masih terasa takut dengan moth di dekat lampu malamnya, jadi, ketika Bibi Linda lewat di depan pintu kamar, ia memintanya mengusir binatang jelek itu. 

" Bibi Linda, bisakah kau mengusir binatang jelek itu !?
" loh, kenapa? " Bibi Linda kembali bertanya
" karena mereka jelek dan menakutkan, dan aku tidak menyukainya!"

Bibi hanya tertawa, membelai kepala Dinda, lalu berkata,
" Dinda, hanya karena sesuatu luarnya jelek bukan berarti dalamnya tidak bagus. kau tahu kenapa moth berwarna cokelat ?" Dinda menggeleng.


"Dulu moth adalah serangga terindah di kerajaan binatang. Mereka bahkan lebih indah daripada kupu-kupu. Mereka makhluk yang suka membantu, baik dan murah hati. Suatu hari malaikat di surga menangis. Mereka sedih karena langit mendung dan mereka tidak bisa melihat manusia di bumi. Air mata mereka jatuh ke bumi sebagai hujan. Moth yang kecil nan baik hati tidak suka melihat semua orang sangat sedih; mereka memutuskan membuat pelngi. mereka pikir jika meminta bantuan sepupu mereka, kupu-kupu, mereka semua bisa mengorbankan sedikit warna mereka dan bisa membuat pelangi yang indah"


"satu moth yang terkecil terbang meminta bantuan ratu kupu-kupu. Kupu-kupu terlalu angkuh dan egois untuk memberikan salah satu warna mereka, baik untuk manusia maupun malaikat. Jadi, moth memutuskan membuat pelangi sendiri. mereka mengepakkan sayap kuat-kuat, bubuk warna yang berjatuhan membentuk awan-awan kecil yang di ratakan embusan angin hingga menyerupai kaca. Sayangnya, pelangi itu tidak cukup besar sehingga kawanan moth terus memberikan sedikit lagi dan sedikit lagi sampai pelangi itu membentang di sepanjang hamparan langit. mereka telah memberikan semua warna mereka kecuali cokelat, yang tidak cocok dengan warna pelangi yang indah"


" Sekarang, moth yang dulu berwarna-warni menjadi polos dan cokelat. Para malaikat di surga melihat warna pelangi itu dan jadi gembira. Mereka tersenyum, dan kehangatan senyum mereka menerangi bumi sebagai sinar matahari. Sekarang, bayi moth, yang masih berwarna, membentangkan warna-warni mereka di hamparan langit untuk membuat lebih banyak pelangi."



 Adikku terlelap mendengar cerita itu dan tak pernah lagi takut pada moth. Kisah yang di ceritakan Bibi kepada kami itu selama bertahun-tahun tersimpan di sudut otakku yang berdebu, tapi baru-baru ini aku mengingatnya.

3 komeng:

Regi_Adi mengatakan...

kunjungan perdana nih

salam kenal Sobat, kalau ada waktu mampir ya ke blog saya...

NanLimo Bertuah mengatakan...

cerita yg bagus dan membuat si Dinda jadi ga benci lagi sama si Emmot.. hihihii....
Salam knal Ika..

riska mbem mengatakan...

regi : iya salam kenal jugaaa sobat :)
makasih uda ngunjungi blog saya ^____^

nanlimo bertuah : nama ku riska bang.... bukan Ika... haha :DD